MISBAR

“Nggolet Sore” Kembali di Bulan Ramadan

“Nggolet Sore” Kembali di Bulan Ramadan

Setelah absen tahun lalu, program Nggolet Sore Misbar Purbalingga di bulan suci Ramadan 1444 H/2023 M kembali digelar. Pada Nggolet Sore pertama di 2021 anggarana penyelenggaraan berasal dari Dewan Kesenian Purbalingga (DKP), sejak akhir tahun lalu, pengurus DKP sudah berakhir.

Tahun ini, program Nggolet Sore digelar pada Sabtu, 15 April 2023 mulai jam 16.00 hingga menjelang buka puasa di Bioskop Misbar Purbalingga area Usman Janatin City Park. Pembiayaan kegiatan berasal dari kas CLC Purbalingga.

Kali ini, Nggolet Sore kembali menampilkan beragam kesenian. Keseluruhan yang tampil merupakan seniman Purbalingga, ada lukis, tari, puisi, dongeng, dan musik. Seni mendongeng tergolong seni yang baru dipentaskan di Bioskop Misbar.

“Menariknya bermain musik di Misbar ini penontonnya tidak hanya yang awam kesenian, tapi juga para seniman dari berbagai jenis seni turut mengapresiasi. Ini jadi tantangan, mental kita diuji,” tutur Areef Susapto, vokalis sekaligus bassis Kumiko Latte yang berkesempatan manggung sore itu.

Kumiko Latte merupakan salah satu grup band di Purbalingga yang tergolong produktif dalam mencipatakan lagu bergenre pop. Mereka juga rajin dalam membuat video musik lagu-lagu mereka. Beberapa lagu Kumiko Latte yang juga dibawakan saat itu, antara lain berjudul ”Karena Aku Mencintaimu”, ”Maafkan Aku”, dan ”Cinta Apa Ya..”.

Pada Nggolet Sore kali ini, menampilkan pendongeng Intan Widya Permani. Ia merasa bangga karena dongeng berkesempatan tampil di Misbar. ”Ini sebuah terobosan ya, karena seni mendongeng tidak sekedar sebagai ajang lomba, tapi juga dijadikan tontonan yang menarik di tengah dunia gadget yang menggila. Semoga ke depan, lebih banyak lagi ajang untuk dunia dongeng,” jelas guru honorer TK Negeri Pembina Bobotsari ini.

Mendongeng membutuhkan keahlian khusus meski tetap bisa dipelajari. Karena itu, guru-guru PAUD dan TK paling dekat dengan dunia dongeng. Banyak tema kearifan lokal yang bisa diangkat. Seperti pada kesempatan itu, Intan membawakan cerita ”Jalu Enthis” yang disampaikan dengan bahasa Jawa Banyumasan.

Manager Bioskop Misbar Purbalingga Bowo Leksono mengatakan, tidak mudah menghidupkan ruang kreatif. ”Selain membutuhkan kreatifitas dan manajerial juga harus dibarengi dukungan anggaran yang cukup. Namun, inilah resiko seniman hidup di kota kecil seperti Purbalingga,” ujar Direktur CLC Purbalingga.

Berita Lainnya

Back to list