Tarling Dangdut dan Kerinduan pada Tuhan
Meski menjelang pemutaran film hujan mereda, namun di beberapa wilayah pinggiran Purbalingga, gerimis masih terasa. Kondisi ini tak menyurutkan puluhan penonton mendatangi Bioskop Misbar Purbalingga di komplek Taman Kota Usman Janatin.
Malam itu, Sabtu, 24 Desember 2022, program Bioskop Rakyat (Biora) Festival Film Purbalingga (FFP) 2022 putaran ke-18 memutar dokumenter “Tarling is Darling” sutradara Ismail Fahmi Lubish produksi Lubis Team Worker.
Direktur FFP Nanki Nirmanto merasakan semangat dan motivasi yang luar biasa para penonton datang ke Bioskop Misbar Purbalingga. “Disamping mengapresiasi film yang diputar, program Bioskop Rakyat merupakan promo Festival Film Purbalinggan 2023 tahun depan,” tegasnya.
Film dokumenter observasional produksi 2017 ini tentang musik tradisional ‘tarling dangdut’ Indramayu di pantai utara Jawa yang menjadi populer di segala usia karena tarian erotis dan penyanyinya yang berpakaian seksi.
Jenis hiburan ini menjadi aib yang tak dapat ditutupi oleh kalangan religius konservatif. Namun sebagai musik, tarling dangdut terus mengalir melalui masyarakat dan tak pudar karena musik ini tidak pernah menutup diri terhadap budaya baru. Ia menyerap dan menerima gagasan anyar setiap saat.
Jaham, penulis lagu dangdut, dan Ipung, produser musik, bekerja merekrut dan meluncurkan talenta baru yang bermimpi menjadi terkenal. Dikelilingi wanita muda, membuat istri Jaham cemburu dan jatuh sakit.
Tapi tantangan yang sebenarnya bagi Jaham datang dari ulama yang ingin dia menulis lagu tarling dangdut yang memuat pesan-pesan Islami. Dengan bantuan seorang penyanyi tarling dangdut erotis, Jaham menuliskan syair-syair religiusnya.
“Wah.. seru banget. Kita serasa dibawa ke alam budaya tarling yang erotis dan keras. Dan sebagai perempuan, saya merasa dihadapkan dengan kerasnya kehidupan di wilayah Pantura,” tutur Dini Nur Agustina pelajar SMK HKTI 2 Purworejo Klampok, Banjarnegara usai menonton.
Dokumenter panjang berdurasi 114 menit ini digarap selama beberapa tahun. Pembuat film menempatkan diri dekat dengan subyek-subyek yang ada dalam film, sehingga mampu membuat penonton dekat pula dengan cerita pada film tersebut.
Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penyanyi Republik Indonesia (PAPPRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Purbalingga Joko Pranoto mamaparkan, bagaimana kehidupan sehari-hari seniman musik di Pantura dalam mengarungi hidupnya. “Dan pada akhirnya, ada kerinduan para pelaku seni dangdut terhadap agamanya lewat kolaborasi dalam membuat lagu-lagu religi,” terang kepala Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga.
Pemutaran ini merupakan program Pasca FFP 2022 kerjasama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolori (Kemdikbudristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Program Strategis Dana Indonesiana. Selain itu, bekerjasama dengan Kedung Film Kebumen, Sangkanparan Cilacap, Art Film Banjarnegara, dan Bioskop Misbar Purbalingga.









