Dalam rangka persiapan pembentukan Akademi Komunitas (AK) film, CLC Purbalingga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Villa Lawang Ombo Baturraden Banyumas, Sabtu-Senin, 25-27 Januari 2025.
Fasilitator pendirian Akademi Komunitas Setyo Dwi Herwanto, S.S.,M.Hum. mengatakan, secara umum sudah terarah tahapan-tahapannya dari awal ada kajian. “Kita membangun tahapan dalam rangka mengusulkan pendirian lembaga pendidikan berbentuk Akademi Komunitas,” ungkap aktivis dari Yayasan Penabulu.
FGD ini juga sebagai tindak lanjut rekomendasi hasil pemetaan Strategi Keberlanjutan Pelembagaan Festival Film Purbalingga (FFP) yang dilakukan Yayasan Penabulu terhadap Yayasan Gairah Sinema Muda (CLC Purbalingga) terkait pendirian lembaga Pendidikan.
“Hari ini teman-teman melakukan langkah yang bersar dengan mempersiapkan terbentuknya Akademi Komunitas. Ini menjadi momentum yang penting untuk mengkonsolidasi sumber daya agar kegiatan perfilman berbasis komunitas nilai-nilai budaya lokal Banyumas bisa
tetap terus berkelanjutan,” ujar fasilitator yang juga pengajar di Binus University Jakarta Dr. Tri Adi Sumbogo.
FGD ini dilaksanakan dengan harapan dapat memetakan kebutuhan, pembentukan tim, dan menyusun dalam pembentukan lembaga pendidikan perfilman (Akademi Komunitas).
Menurut Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono, cita-cita CLC Purbalingga membuat kampus film salah satunya karena melihat lulusan ekskul sinema dan jurusan perfilman di SMA, SMK, dan MA kurang maksimal dalam mempelajari dunia perfilman. “Akademi Komunitas ini akan menjadi salah satu lembaga yang turut melestarikan budaya Panginyongan lewat medium film,” tuturnya.
Kegiatan ini rencana akan dilanjutkan dengan FGD Penyusunan Naskah Akademik Pendidikan Formal pada pertengahan Februari 2025 dengan melibatkan fasilitator lain.
Program ini terlaksana atas kerjasama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud), Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta didukung oleh Sangkanparan Cilacap, Art Film Banjarnegara, dan Hompimpaa Banyumas.